SOLIDUS 7: KEPARAT//SEKARAT


Aku dikutuk untuk berbelanja mimpi,

mengukir larik-larik dalam malam tak bertulang,

serupa sekam dalam kusamnya pilihan.

Aji mumpung—turunkan sedikit voltase.


Budaya masa purba,

tentang cahaya yang tersisih,

tentang sepinya takdir,

dan faham yang terbatas.


Tak berbuat, gemar bernubuat.

Kunikmati lagi kekalahan,

kucumbu lagi Lucky Strike sisa tadi siang,

kubingkis lagi kalut.


Pesta itu sudah lama usai.

Pawai itu takkan pernah datang.

Keabsenan dalam berbagai kemasan,

hari-hari itu kan jadi abadi.


Evander Abraham,

7 Februari 2026

Comments

Popular Posts