Gelak Getir (a poem)
Gelak Getir
Dalam gelak ia kembali terngiang.
Dalam bincang ia kembali terdiam.
Di sudut mata nya ada perih yang terpancar.
Tidak mendendam namun terekam.
Tak lagi terujar namun masih tersirat.
Yakin ia rasa takkan terulang.
Tak sudi rasa nya kembali jadi yang terbuang.
"Kurang hancur apa diriku?" Ujarnya senyap.
Evander Abraham
20 Juni 2020


Comments
Post a Comment