SOLIDUS 5: LUNTUR//LANTUR

 

 

Ditutup dengan tata cara yang puitis.

Debur. Lebur kupasung lagi nyali.
Pukul. Lebam pula kupikul bakti.
Perih. Pekik. Pejam. Cekam.

Pakaian lucut, urat bersangkut.
Takut keliru, tumpul berdenyut.

Tak rampung dengan sambut yang bersejajaran uang.
Tak bersenandung pula bersabda,
Ialah angkara.
Pun takut, ia mencekik balik tanda pertanda.


Karena takut hanya bersenyawa tak perlu.
Karena lurus puncak hanya bualan belaka.
Karena tak berdamai dengan mantra diri.


Tak begitu gemar berkaca,
Ia berhitung,
Satu... dua... tiga...

Tak semua harap lama berselang.

Dibuka dengan tatakrama yang pasrah.
 

Evander Abraham
Jakarta, 12 September 2025 

Comments

Popular Posts